Tentang Bandung

Dari dasar danau purba
ke Kota Kembang.

Dua ratus ribu tahun yang lalu tempat ini masih tergenang air. Hari ini ia menjadi kota berpenduduk lebih dari dua setengah juta jiwa. Inilah perjalanannya — dari zaman kerajaan sampai sekarang.

25 Sep 1810Hari jadi kota
167,31 km²Luas wilayah
±2,59 jutaPenduduk (2024)
Foto utama Kota Bandung

Letak dan bentuk

Sebuah kota di dalam cekungan.

Bandung duduk di tengah cekungan yang dikelilingi pegunungan di hampir semua sisinya. Bentuk itu bukan kebetulan: ia adalah bekas kawah raksasa yang tersisa setelah Gunung Sunda Purba runtuh, lalu tergenang menjadi danau selama ribuan tahun.

Cekungan itu pula yang menentukan sejarahnya. Airnya menyuburkan tanah, tepiannya menjadi tempat tinggal manusia pertama, sungainya — Citarum dan Cikapundung — menjadi batas kerajaan sekaligus titik tumbuh pemukiman, dan udaranya yang sejuk membuat pemerintah kolonial jatuh hati lalu membangun kota di atasnya.

Linimasa

Tujuh babak
sejarah Bandung.

Disusun dari sumber pemerintah kota, kabupaten, dan lembaga penelitian. Tanggal yang masih diperdebatkan ditulis apa adanya.

01 Sebelum Masehi

Dasar danau purba

Sebelum ada nama, ada cekungan. Dataran tempat Bandung berdiri hari ini dulunya dasar sebuah danau raksasa yang dikelilingi gunung.

  1. ±210.000–105.000 tahun lalu

    Gunung Sunda Purba meletus

    Letusan dan runtuhnya Gunung Sunda membentuk cekungan raksasa di tengah Priangan. Air terkumpul di dalamnya dan lahirlah Danau Bandung Purba. Sisa tubuh gunung itu kini kita kenal sebagai Tangkuban Perahu dan Burangrang.

  2. ±12.000 tahun lalu

    Manusia Pawon

    Di Gua Pawon, kawasan karst Citatah sekitar 25 km dari pusat kota, ditemukan rangka manusia prasejarah. Penggalian dimulai tahun 2000; sampai 2014 lima kerangka tergali, salah satunya berusia sekitar 12.000 tahun.

  3. ±9.500–5.600 tahun lalu

    Hidup di tepi danau

    Kelompok manusia menghuni tepian cekungan. Di sekitar rangka ditemukan alat serpih batu, perhiasan dari gigi binatang, dan sisa perapian — tanda mereka sudah mengolah makanan dan mengenal keindahan.

  4. Diwariskan turun-temurun

    Legenda Sangkuriang

    Surutnya danau purba hidup dalam ingatan orang Sunda lewat kisah Sangkuriang yang menendang perahunya hingga tertelungkup — asal mula nama Tangkuban Perahu. Sebuah cerita rakyat, bukan catatan sejarah, tetapi bagian dari cara kota ini mengingat dirinya.

Lanskap Cekungan Bandung dari ketinggian
Cekungan Bandung dilihat dari perbukitan di utara kota.
02 Abad ke-4 – 1579

Zaman kerajaan

Cekungan ini tidak pernah menjadi pusat kerajaan, tetapi selalu berada di dalamnya — mula-mula Tarumanagara, lalu Sunda dan Galuh, hingga Pajajaran.

  1. Abad ke-4 – ke-7

    Tarumanagara

    Kerajaan bercorak Hindu tertua di Jawa Barat menguasai wilayah yang membentang jauh melampaui cekungan ini.

  2. ±670 M

    Sunda dan Galuh

    Wilayah Tarumanagara terbagi dua dengan Sungai Citarum sebagai batas — sungai yang justru mengalir melewati cekungan Bandung. Ibu kota Sunda di Pakuan (Bogor), ibu kota Galuh di Kawali (Ciamis).

  3. Paruh kedua abad ke-15

    Naskah Bujangga Manik

    Perjalanan seorang pendeta Sunda melintasi tanah Jawa dicatat dalam naskah Bujangga Manik — salah satu sumber tertua yang menyebut tempat-tempat di Priangan. Naskahnya tersimpan di Bodleian Library, Oxford, sejak 1627.

  4. 1482–1521

    Sri Baduga Maharaja

    Raja yang dikenang sebagai Prabu Siliwangi menyatukan kembali Sunda dan Galuh dengan ibu kota Pakuan Pajajaran. Masa ini dikenang sebagai puncak kejayaan Sunda.

  5. 1579

    Pajajaran runtuh

    Setelah keruntuhan Pajajaran, Priangan berpindah ke lingkaran pengaruh Mataram — pintu masuk bagi babak berikutnya.

Peninggalan atau situs masa kerajaan Sunda
Jejak masa kerajaan di tanah Priangan.
03 1641 – 1799

Kabupaten Bandung lahir

Nama "Bandung" mulai muncul sebagai satuan pemerintahan, jauh sebelum ada kota. Pusatnya bukan di sini, melainkan di tepi Citarum.

  1. 20 April 1641

    Piagam Sultan Agung

    Mataram mengangkat Ki Astamanggala dari Cihaurbeuti sebagai bupati pertama dengan gelar Tumenggung Wiraangunangun (menjabat 1641–1681). Priangan dibagi menjadi Kabupaten Bandung, Parakanmuncang, dan Sukapura. Tanggal ini menjadi hari jadi Kabupaten Bandung.

  2. Abad ke-17 – ke-18

    Ibu kota di Krapyak

    Pusat pemerintahan berada di Krapyak atau Citeureup — kini Dayeuhkolot — di tepi Sungai Citarum. Letaknya di titik terendah cekungan, sehingga langganan banjir.

  3. Akhir abad ke-17 – ke-18

    VOC dan tanaman kopi

    Pengaruh Mataram digantikan VOC. Priangan diubah menjadi lumbung kopi bagi kompeni, dan jalur-jalur pengangkutannya kelak menentukan ke mana kota tumbuh.

Dayeuhkolot / kawasan Krapyak, ibu kota kabupaten yang lama
Dayeuhkolot — "kota lama" — bekas pusat pemerintahan pertama.
04 1808 – 1906

Kota Bandung berdiri

Sebuah jalan pos sepanjang seribu kilometer memindahkan pusat kehidupan dari tepi Citarum ke tepi Cikapundung — dan di situlah kota ini dimulai.

  1. 1808

    Daendels dan Jalan Raya Pos

    Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels mulai membangun Groote Postweg dari Anyer ke Panarukan. Ruasnya melintasi bagian utara cekungan Bandung, jauh dari ibu kota kabupaten yang lama.

  2. 25 Mei 1810

    Perintah pindah ibu kota

    Daendels bersurat kepada Bupati Bandung dan Parakanmuncang agar memindahkan ibu kota mendekati jalan baru itu — untuk Bandung, ke kawasan Cikapundung. Bupati sebenarnya sudah lebih dulu mengincar lokasi tersebut.

  3. 25 September 1810

    Hari jadi Kota Bandung

    Sebuah besluit meresmikan ibu kota baru di tepi Sungai Cikapundung, di sekitar alun-alun sekarang. Tanggal inilah yang diperingati sebagai hari jadi kota, dengan Bupati R.A. Wiranatakusumah II dikenang sebagai pendirinya.

  4. 1856

    Ibu kota Priangan

    Keputusan Gubernur Jenderal Pahud menetapkan Bandung menggantikan Cianjur sebagai kedudukan Residen Priangan. Perpindahan residen beserta stafnya sendiri baru terlaksana pada 1864.

  5. 17 Mei 1884

    Kereta api tiba

    Jalur Batavia–Bandung lewat Bogor dan Cianjur diresmikan, disusul ruas Bandung–Cicalengka pada September di tahun yang sama. Sejak itu kota tumbuh jauh lebih cepat daripada sebelumnya.

  6. 1 April 1906

    Bandung menjadi gemeente

    Bandung memperoleh status kotapraja dengan dewan kota sendiri — untuk pertama kalinya ia diurus sebagai kota, bukan sekadar ibu kota kabupaten.

Jalan Asia Afrika / titik nol kilometer Bandung
Titik nol kilometer di Jalan Asia Afrika, bekas ruas Jalan Raya Pos.
05 1920 – 1942

Parijs van Java

Dua dasawarsa yang meninggalkan wajah kota seperti yang kita kenal: kampus teknik, gedung pemerintahan, hotel, dan deretan bangunan art deco.

  1. 3 Juli 1920

    Technische Hoogeschool te Bandoeng

    Perguruan tinggi teknik pertama di Hindia Belanda dibuka — cikal bakal Institut Teknologi Bandung. Kampusnya dirancang Henri Maclaine Pont yang memadukan atap bergaya Sunda dengan konstruksi modern.

  2. 27 Juli 1920 – September 1924

    Gedung Sate dibangun

    Rancangan J. Gerber ini disiapkan sebagai pusat pemerintahan, sejalan dengan rencana memindahkan ibu kota Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung. Rencana itu tidak pernah terwujud, tetapi gedungnya berdiri sampai sekarang sebagai kantor Gubernur Jawa Barat.

  3. 1920-an – 1930-an

    Zaman keemasan art deco

    Arsitek-arsitek Belanda berdatangan dan meninggalkan Villa Isola, Savoy Homann, Hotel Preanger, serta wajah Jalan Braga. Dari masa inilah julukan "Parijs van Java" melekat.

Gedung Sate atau deretan art deco Jalan Braga
Warisan art deco yang membuat Bandung dijuluki Parijs van Java.
06 1942 – 1955

Api, kemerdekaan, dan panggung dunia

Dalam sepuluh tahun, Bandung dibakar penghuninya sendiri lalu menjadi tempat 29 negara berdiri sejajar untuk pertama kalinya.

  1. 1942–1945

    Pendudukan Jepang

    Pemerintahan kolonial Belanda berakhir; kota berpindah tangan dan hidup dalam masa yang serba sulit hingga proklamasi kemerdekaan.

  2. 24 Maret 1946

    Bandung Lautan Api

    Menghadapi ultimatum Sekutu, pasukan Republik memilih mundur sambil membakar bagian selatan kota agar tidak jatuh utuh ke tangan lawan. Peristiwa ini menjadi salah satu simbol perlawanan paling dikenang di Indonesia.

  3. 18–24 April 1955

    Konferensi Asia–Afrika

    Wakil 29 negara Asia dan Afrika — mewakili sekitar 1,5 miliar jiwa atau lebih dari separuh penduduk dunia saat itu — bersidang di Gedung Merdeka, bekas Societeit Concordia. Hasilnya dikenal sebagai Dasasila Bandung, dan nama kota ini masuk ke buku sejarah dunia.

Gedung Merdeka / Museum Konferensi Asia Afrika
Gedung Merdeka, tempat Konferensi Asia–Afrika 1955.
07 1955 – sekarang

Bandung hari ini

Dari kota konferensi menjadi kota pendidikan, kota kreatif, dan kini titik henti kereta cepat pertama di Asia Tenggara.

  1. 1955–1965

    Setelah konferensi

    Nama Bandung dikenal luas di dunia. Modernisasi menguat dan jumlah penduduk kota naik cepat dalam waktu singkat.

  2. 1980-an – 1990-an

    Kota pendidikan dan industri

    Perguruan tinggi menarik pendatang dari seluruh Indonesia, sementara industri tekstil tumbuh di pinggiran kota.

  3. 2000-an

    Ekonomi kreatif

    Factory outlet, distro, kuliner, dan komunitas desain mengubah Bandung menjadi tujuan akhir pekan bagi kota-kota sekitarnya.

  4. 11 Desember 2015

    Kota Kreatif UNESCO

    Bandung masuk UNESCO Creative Cities Network sebagai Kota Desain, bersama 46 kota lain dari 33 negara — pengakuan atas cara kota ini memakai desain untuk menjawab persoalannya sendiri.

  5. 2 Oktober 2023

    Kereta cepat Whoosh

    Kereta cepat Jakarta–Bandung diresmikan. Dengan kecepatan hingga 350 km/jam, perjalanan dari ibu kota menyusut menjadi sekitar 45 menit.

  6. Hari ini

    Ibu kota Jawa Barat

    Kota seluas 167,31 km² dengan penduduk sekitar 2,59 juta jiwa pada akhir 2024 — padat, sibuk, dan masih menyimpan jejak setiap zaman yang pernah melewatinya.

Suasana kota Bandung masa kini
Bandung hari ini: kota kreatif berpenduduk lebih dari dua setengah juta jiwa.

Setelah membaca, datangi

Lihat sendiri kotanya
lewat virtual tour.

Lihat semua destinasi